Logo Al-Manshur
Artikel
Ponpes Al Manshur Al-Islamy

TEROR FISIK TERHADAP ROSULULLOH ﷺ DAN PARA PENGIKUTNYA

Seruan dakwah yang dilakukan Rosululloh ﷺ dan para sahabat Nabi ﷺ sangat mengusik ketenangan para pembesar Quraisy yang masih musyrik. Apalagi ketika melihat para pengikut Nabi ﷺ kian bertambah. Berbagai upaya, baik dengan cara yang halus, lembut, rayuan ataupun tawaran hadiah telah mereka lakukan untuk menghentikan laju dakwah al haq ini, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Hingga kemudian para pembesar Quraisy memutuskan untuk melakukan tekanan-tekanan lebih keras. Yaitu dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Sebenarnya penentangan secara keras terhadap dakwah Rosululloh ﷺ ini telah muncul sejak awal, sebagaimana ditunjukkan oleh Abu Lahab dan istrinya la’natulloh ‘alaihima. Kebengisan dua manusia ini diabadikan dalam al Qur`an surat al Lahab atau al Masad. Berbagai perlakuan keji banyak diarahkan kepada Rosululloh ﷺ. Namun, semua perlakuan ini, sama sekali tidak membuat Nabi ﷺ dan para pengikutnya goyah.

Semakin hari ancaman siksa hingga pembunuhan, kian bertambah dan tidak pernah berhenti. Abu Jahl, salah seorang yang juga paman Nabi ﷺ , juga tak henti-hentinya melakukan ancaman.

Suatu kali, Abu Jahl berkata: “Apakah Muhammad pernah menggosokkan wajahnya ke tanah (sujud) di hadapan kalian?”

Dijawab: “Ya”.

Abu Jahl pun berkata: “Demi Lata dan Uzza, jika aku melihatnya melakukan itu, sungguh aku akan injak lehernya, atau aku gosokkan wajahnya ke tanah,” lantas dia pun mendatangi Rasulullah yang sedang melakukan shalat, dan mengira dapat menginjak leher Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Akan tetapi tiba-tiba dia mundur sambil berlindung dengan kedua tangannya.

Maka ditanyakan kepadanya: “Mengapa engkau?”

Abu Jahl menjawab: “Di antara aku dan dia terdapat parit api, siksa dan sayap-sayap”.

Mengenai peristiwa ini, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ دَنَا مِنِّي لاَخْتَطَفَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ عُضْوًا عُضْوًا

(Seandainya dia mendekatiku, niscaya akan disambar oleh para malaikat, sedikit demi sedikit).

Peristiwa ini diabadikan dalam al Qur`an surat al Alaq/96 ayat 6-13:

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ ﴿٦﴾ أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ ﴿٧﴾ إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ ﴿٨﴾ أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ ﴿٩﴾ عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ ﴿١٠﴾ أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَىٰ ﴿١١﴾ أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰ ﴿١٢﴾ أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Alloh)? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?.

Tokoh lain yang juga sangat keras penentangannya ialah ‘Uqbah bin Mu’ayith. Perlakuan keji tokoh musyrik Quraisy ini, dapat dilihat dari pertanyaan seorang sahabat yang bernama ‘Urwah bin Zubair tatkala ia bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash: “Beritahukan kepadaku tentang perbuatan terburuk yang dilakukan orang-orang musyrik terhadap Rosululloh?”

‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash menjawab:

Ketika Rosululloh ﷺ sedang melakukan shalat di serambi Ka’bah, tiba-tiba ‘Uqbah bin Abu Mu’ayith datang, lalu ia memegang pundak Rosululloh ﷺ , lantas menjeratkan bajunya ke leher beliau ﷺ kemudian mencekiknya dengan keras. Abu Bakr Rodhiyallohu anhu datang, lantas merengkuh pundak Uqbah al La’in dan mendorongnya dari Rosululloh ﷺ seraya berseru:

أَتَقْتُلُونَ رَجُلاً أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ

“Apakah engkau akan membunuh seorang laki-laki karena ia menyatakan ‘Rabbku ialah Alloh’ padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Rabbmu”.[2]

Telah diceritakan pula oleh ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dia berkata:

Saat Rosululloh ﷺ sedang berdiri melakukan shalat di dekat Ka’bah, sementara itu ada sekelompok orang-orang kafir Quraisy sedang berkumpul dalam majelis mereka. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata: “Tidakkah kalian melihat orang yang sedang pamer ini? Siapakah di antara kalian yang berani pergi ke unta si fulan yang baru disembelih itu lalu mengambil kotoran, darah serta bagian dalamnya, dan dibawa kemari. Kemudian menunggu, jika dia sujud, dia letakkan bawaannya tadi di pundaknya (Nabi ﷺ )”.

Orang paling celaka di antara mereka pun terdorong untuk melakukan perbuatan keji ini. Maka, saat Nabi ﷺ sedang bersujud, dia letakkan kotoran unta itu ke atas pundak beliau ﷺ , dan Nabi ﷺ tetap dalam keadaan bersujud. Mereka tertawa-tawa, sampai badan mereka terguncang karena gelak tawa. Kemudian ada seseorang yang pergi (yaitu Juwairiyah) ke Fathimah Radhiyallahu anha, dan Fathimah pun datang dengan berlari, sedangkan Nabi ﷺ masih dalam keadaan bersujud sampai kemudian Fathimah Rodhiyallohu'anha menyingkirkan kotoran itu dari beliauﷺ . Setelah itu Fathimah mencaci-maki mereka.

Usai menunaikan shalat, Rosululloh ﷺ berdoa :

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ

"Ya Alloh, binasakanlah Quraisy! Ya Alloh, binasakanlah Quraisy! Ya Alloh, binasakanlah Quraisy!

Kemudian Rosululloh ﷺ menyebutkan:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِعَمْرِو بْنِ هِشَامٍ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالْوَلِيدِ بْنِ عُتْبَةَ وَأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ وَعُمَارَةَ بْنِ الْوَلِيدِ

Ya Alloh, binasakanlah ‘Amr bin Hisyam, ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Walid bin ‘Utbah, Umayyah bin Khalaf, ‘Uqbah bin Abu Mu’ayith dan ‘Umarah bin Walid.

‘Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallohu anhu berkata: “Demi Alloh! Aku sungguh telah melihat mereka semua tersungkur dalam perang Badr. Lalu mereka diseret ke al Qolib di Badr. Kemudian Rosululloh ﷺ bersabda,‘Penghuni al Qolib ini diiringi laknat’.”

Dijelaskan dalam beberapa riwayat yang shahih. Perbuatan keji tersebut dilakukan oleh ‘Uqbah bin Abu Mu’ayith. Sedangkan yang mendorongnya untuk meletakkan kotoran onta di pundak Rosululloh ﷺ adalah Abu Jahal.  Juga diriwayatkan, doa Rosululloh ﷺ sangat berpengaruh pada diri orang-orang musyrik itu. Doa tersebut telah membuat mereka gelisah, karena menurut mereka, doa yang dilantunkan di Mekkah mustajab (dikabulkan).

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, ketika mendengar doa Rosululloh ﷺ , suara tawa mereka hilang, dan mereka takut terhadap doa Rosululloh ﷺ.

Dalam riwayat lain, saat orang-orang kafir Quraisy terus mendustakan dan mengingkari beliau Shollallohu ‘alaihi wa sallam , Rosululloh ﷺ berdoa supaya Alloh Azza wa Jalla membinasakan mereka.
Beliau ﷺ berdoa:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ

(Ya Alloh, bantulah aku dengan tujuh sebagaimana tujuh buat Nabi Yusuf), dan mereka pun ditimpa kekeringan yang mematikan semua tumbuh-tumbuhan, sehingga mereka terpaksa memakan bangkai dan kulit.

Dalam kondisi seperti itu, Abu Sufyan mendatangi Nabi ﷺ dan berkata: “Sesungguhnya engkau selalu memerintahkan agar taat kepada Alloh Azza wa Jalla , menyambung silaturrahim. Saat ini, kaummu (orang-orang Quraisy) hampir binasa, maka mohonlah kebaikan kepada Alloh bagi mereka”.

Kejadian ini diabadikan di dalam al Qur`an:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ﴿١٠﴾يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ﴿١١﴾رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ﴿١٢﴾أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ﴿١٣﴾ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُون﴿١٤﴾ٌإِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ

"Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih. (Mereka berdoa): “Ya Robb kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman”. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rosul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: “Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila”. Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
'[ad-Dukhon/44:10-15].[7]

Ketika mendoakan, Rosululloh pun terus berharap agar mereka bertaubat. Akan tetapi mereka kembali kepada kekufuran dan melupakan ucapan mereka, sebagaimana diceritakan dalam al Qur`an:

رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

(Ya Robb kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman).

Doa keburukan yang Rosululloh ﷺ ucapkan bukan lantaran karena siksaan yang mereka lakukan. Akan tetapi disebabkan karena orang-orang musyrik Quraisy itu mendustakan dan tidak mau beriman kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam . Inilah akhlak Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam . Meskipun sejak awal dakwah selalu mendapat gangguan dan teror, namun beliau ﷺ tidak pernah mendoakan keburukan, tetapi justru mendoakan mereka agar musuh-musuhnya memperoleh hidayah Alloh Azza wa Jalla. Perilaku luhur ini sangatlah pantas dijadikan sebagai panutan dalam kesabaran.

Kisah kekejian musyrikin Quraisy banyak banyak dijumpai dalam riwayat-riwayat yang shahih. Padahal Rosululloh ﷺ merupakan orang terpandang dan masih ada paman beliau, yaitu Abu Thalib yang melindungi beliau. Meski demikian, musyrikin Quraisy tetap melakukan teror kepada Rosululloh ﷺ. Klimaks dari ancaman itu adalah usaha membunuh Rosululloh ﷺ pada akhir priode makkiyah, yang menjadi penyebab hijrah Rosululloh ﷺ ke Madinah.

Ibnu Abbas menceritakan: “Para pembesar Quraisy berkumpul di Hijr. Mereka bersumpah atas nama Lata, ‘Uzza dan Manat; jika melihat Muhammad, kami akan menyerangnya bersama-sama dan tidak akan meninggalkannya, sehingga kami berhasil membunuhnya.”

Fathimah datang menangis. Sampai di hadapan ayahandanya , dia berkata: “Para pembesar kaummu telah berikrar di al Hijr. Jika melihatmu, mereka akan menyerang dan membunuhmu. Tidak ada seorangpun di antara mereka, kecuali masing-masing telah mengetahui bagiannya dari darahmu”.

(Mendengar seruan Fathimah), Rosululloh ﷺ bersabda: “Wahai anakku, dekatkan air wudhu,” lalu beliau ﷺ berwudhu’, kemudian masuk masjid (dan) melewati depan mereka. Saat melihat Rasululloh ﷺ , mereka sontak berkata: “Ini dia orangnya,” lalu mereka menundukkan pandangan-pandangannya
dan (tetap) diam di tempatnya. Tidak ada seorangpun yang memandang ke arah beliau ﷺ , dan tidak ada seorang pun yang bangkit menyerangnya. Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka dan berdiri di depan mereka serta mengambil segenggam debu dan melempari dengannya,
seraya berseru,‘Semoga wajah-wajah ini buruk’.”

Ibnu Abbas berkata: “Tidak satu pun kerikil yang mengenai seseorang, kecuali orang itu pasti terbunuh pada perang Badr dalam keadaan masih kafir”.

Kejadian seperti ini terulang lagi pada malam hijrah Rosululloh ﷺ ke Madinah.

Kalau terhadap Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam saja mereka berani melakukan ancaman dan penganiayaan, lalu bagaimana terhadap kebanyakan orang yang mengikuti dakwah Rasulullah ﷺ dan tidak memiliki pelindung. Ancaman dan penganiayaan mereka, tentu lebih bengis lagi.

Begitulah makar-makar yang dilancarkan kaum Musyrikin Quraisy, dan selamanya orang-orang kafir tidak akan bisa melenyapkan din (agama) ini, sekuat apapun makar mereka. Al Qur`an surat ash-Shof/61 ayat 8 menyebutkan, mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Wallohul-Musta’an.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 00//Tahun Xi/1427H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Kategori: 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terkini

Pipanisasi 6 KM Magelang

Selengkapnya
Artikel Terbaru
Agenda
Kolom Guru
Rubrik Siswa
+62 858-5393-1561
info@almanshuralislamy.sch.id
TEROR FISIK TERHADAP ROSULULLOH ﷺ DAN PARA PENGIKUTNYA
envelopephone-handsetlocationlaptop-phonebubbleclockmenuchevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram