JANGAN BERPUTUS ASA

Seorang Mukmin tidak boleh berputus asa. Putus asa terhadap rahmat dan pertolongan Alloh itu hukumnya haram, termasuk dosa besar dan kufur asghar.
Alloh ta’ala berfirman:
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Alloh, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).
Alloh ta’ala berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Alloh”
(QS. Az-Zumar: 53).
Dalam hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallohu’anhu ia berkata:
أن رجلًا قال يا رسولَ اللهِ ما الكبائرُ قال الشركُ باللهِ واليأسُ من رَوحِ اللهِ والقنوطُ من رحمةِ اللهِ
“Ada seorang lelaki berkata: wahai Rosululloh apa saja dosa besar itu? Nabi shollallohu’alaihi wa sallam menjawab: syirik, berputus asa dari pertolongan Alloh dan putus asa dari rahmat Alloh”
(HR. Al-Bazzar [18] dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 2051).
Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Karena Alloh ta’ala tidak mungkin memberikan beban melebihi kemampuan manusia. Alloh ta’ala berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Alloh tidak membebani manusia kecuali sesuai kemampuannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Kembalilah kepada Alloh dan mintalah pertolongan kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. Karena segala musibah dan cobaan itu dari Alloh dan hanya Alloh lah yang bisa menghilangkannya. Alloh ta’ala berfirman:
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ
“Jika Alloh menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Alloh sendiri” (QS. Al-An’am: 17).
Alloh ta’ala berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّـهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl: 53)
Mintalah pertolongan kepada Alloh dengan tulus dan jujur, sebagaimana setiap hari kita membaca ayat:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami (ber-isti’anah) memohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah: 5)
Alloh ta’ala akan menolong orang-orang yang meminta pertolongan kepada Alloh dengan tulus dan jujur. Alloh ta’ala berfirman:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ
“(Ingatlah), ketika kamu beristightsah (memohon pertolongan) kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfal: 9)
Bukti bahwa Anda meminta tolong kepada Alloh dengan tulus dan jujur adalah Anda menjalankan perintah-perintah Alloh dan menjauhi segala bentuk maksiat.
Jika itu dilakukan, Alloh pasti akan berikan jalan keluar. Alloh ta’ala berfirman:
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Alloh akan memberikan jalan keluar baginya. Dan akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia duga”
(QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Ketika jalan keluar belum kunjung datang, itu bukti bahwa ketakwaan Anda masih ada yang kurang. Ibnu Abi Izz Al Hanafi rohimahulloh:
فقد ضمن الله للمتقين أن يجعل لهم مخرجا مما يضيق على الناس، وأن يرزقهم من حيث لا يحتسبون، فإذا لم يحصل ذلك دل على أن في التقوى خللا، فليستغفر الله وليتب إليه
“Alloh ta’ala menjamin bagi orang-orang bertakwa bahwa Ia akan memberikan jalan keluar dari perkara yang menyulitkannya dalam hubungan terhadap manusia. Dan Alloh menjamin bahwa Ia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Jika itu belum terjadi, maka ini menunjukkan bahwa dalam ketakwaannya masih ada cacat. Maka hendaknya ia meminta ampunan kepada Alloh dan bertaubat kepadaNya”
(Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah dengan ta’liq Syaikh Yasin Abul Abbas Al-Adeni hal. 333-334).
Oleh karena itu, bertakwalah kepada Alloh niscaya pertolongan akan datang!









