RAMADHAN MILIK ALLOH

Ramadhan milik Alloh ﷻ
Sebentar lagi kita akan menyambut bulan penuh ampunan, kasih sayang, dan berkah. Terhitung sejak hari ini tersisa 20 hari lagi menuju bulan Ramadhan, alangkah baiknya jika kita kembali mengingat dan mempelajari hadis-hadis tentang keutamaan ibadah puasa yang merupakan salah satu dari rukun islam ini. Salah satu hadis yang menunjukkan keutamaan puasa adalah sabda firman Alloh ﷻ , dalam sebuah hadis qudsi:
كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به …
“Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, karena sesungguhnya dia adalah untuk Ku …” [HR. Bukhari, no. 1904].
Dalam cuplikan hadis tersebut Alloh ﷻ menyatakan bahwa puasa adalah ibadah yang eksklusif yang menggambarkan seakan ada hubungan khusus antara Alloh ﷻ dengan hamba-hamba-Nya yang rajin berpuasa. Al Imam Ibnul Arabi dalam kitab beliau Al Qabas Syarah Muwattha’ Malik bin Anas menjelaskan ada 7 makna dalam keeksklusifan ibadah puasa:
1. Alloh ﷻ menyandarkan ibadah puasa kepada diriNya sebagai pemuliaan dan pengkhususan sebagaimana dikatakan “masjid Alloh ﷻ” atau “Kabah Alloh ﷻ”.
2. Bahwa puasa adalah ibadah yang tidak diketahui kecuali oleh Alloh ﷻ, sebab segala macam ibadah seorang hamba tidak kuasa untuk menyembunyikannya dari manusia, atau seandainya dia bisa menyembunyikannya maka tidak bisa dia sembunyikan dari para malaikat, sedangkan puasa, dia bisa hanya niatkan dalam hati dan malaikat pun tidak mengetahuinya.
3. Bisa juga bermakna bahwa puasa adalah sifat Alloh ﷻ, karena Pencipta kita tidak makan dan tidak minum, maka termasuk keutamaan puasa adalah seorang hamba ketika dia berpuasa dia sedang meneladani salah satu dari sifat-sifat Alloh ﷻ.
4. Atau bisa bermakna bahwa puasa adalah termasuk sifat para malaikat Alloh ﷻ, maka seorang hamba saat dia berpuasa seakan dia menjadi malaikat yang hanya beribadah dan berdzikir dan tidak makan, fokus beribadah dan tidak melampiaskan syahwatnya.
5. Dapat juga bermakna bahwa semua amalan Alloh ﷻ telah kabarkan kepada kita ganjarannya, kecuali ibadah puasa yang hanya Alloh ﷻ yang mengetahui tidak ada yang lain.
6. Makna “puasa adalah milik Ku” juga bisa berarti bahwa dia (puasa) adalah penakluk musuh Alloh ﷻ yaitu syaitan, karena jalan syaitan untuk menyesatkan manusia adalah melalui pelampiasan hawa nafsu, ketika seorang hamba telah meninggalkan syahwatnya maka syaitan akan menganggur tidak ada yang bisa dia lalukan.
7. Berhubungan dengan hadis muflis (orang yang bangkrut pada hari kiamat) semua pahala amalannya akan diambil untuk membayar kedholimannya, kecuali pahala puasa karena puasa adalah “milik Alloh ﷻ”.
Demikian penjelasan Imam Ibnul Arabi Al Maliki رحمه الله dalam kitab beliau Al Qabas.
Wallohua’lam.
Semoga Alloh pertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam kondisi yang terbaik, aamiin.









