UJIAN KEHIDUPAN PASTI SELALU ADA

UJIAN KEHIDUPAN PASTI SELALU ADA
Seseorang berkata kepada Imam Al-Auza’i rohimahulloh :
“Aku ingin rumah tinggal di sebelah orang-orang yang tidak
menggibah/menggunjing, tidak iri/dengki, dan tidak membuat marah.
Beliau membawaku ke kuburan dan berkata, “Di sini tempatnya.”
(Jami’ul Ulum wal Hikam: 2/182)
Manusia akan diuji dengan segala sesuatu, baik dengan hal-hal yang
disenanginya dan disukainya maupun dengan berbagai perkara yang dibenci
dan tidak disukainya.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu
dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan
dikembalikan hanya kepada Kami.” [Al-Anbiyaa’/21:35]
Tentang ayat ini, Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu anhuma mengatakan,
“Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan,
kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram,
ketaatan serta maksiat, petunjuk dan kesesatan.”
(Tafsir ath-Thabari (X/35, no. 24590)









