WASPADA TAKLID BUTA

WASPADA TAKLID BUTA
Imam Malik bin Anas rohimahulloh
Beliau mengatakan,
“Aku hanyalah seorang manusia, terkadang benar dan salah. Maka, telitilah
pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah nabi,
maka ambillah. Dan jika tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.”
(Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlih 2/32).
Syaikh Abdurrohman bin Nashir As-Si’di rohimahulloh berkata,
“Orang-orang yang lemah yaitu para pengikut yang fanatik dan taqlid buta
“kepada orang-orang yang sombong” mereka adalah para tokoh panutan
yang menjadi pelopor dalam kesesatan. “Sesungguhnya kami dahulu adalah
pengikut-pengikutmu” sewaktu di dunia, kalian dahulu memerintahkan kami
kepada kesesatan dan menghias kesesatan itu dengan kepandaian retorika
kalian sehingga kalian menjerumuskan kami kepadanya.”
(Taisirul Karim hlm. 424)









